Analisis Konservasi Energi Listrik pada Kantor Kementrian Lingkungan Hidup (KLH) Sumatera Barat

Main Article Content

Rosnita Rauf

Abstract

Paradigma pengelolaan energi saat ini sebagaimana Kebijakan Energi Nasional (KEN) menetapkan bahwa energi merupakan modal pembangunan nasional. Pemanfaatan energi di Indonesia belum efisien diantaranya disebabkan karena konservasi energi yang diamanatkan dalam PP 70 tahun 2009 belum dilaksanakan secara konsisten, Masih tingginya harga peralatan atau teknologi yang efisien atau hemat energi, dan kurangnya pengetahuan, pemahaman, dan kesadaran masyarakat manfaat efisiensi dan konservasi serta Penelitian dan pengembangan terkait efisiensi energi masih belum berkembang secara optimal. Untuk itu dicari peluang untuk melakukan penghematan energi dan penghematan biaya pada Kantor Kantor Kementrian Lingkungan Hidup (KLH) Provinsi Sumatera Barat dan menentukan IKE (Intensitas Konsumsi Energi) berdasarkan observasi penggunaan energi listrik secara dengan berbagai peralatan yang mengkonsumsi energi listrik dan waktu penggunaannya.


Porsentase lantai ber AC gedung Dinas Kementrian Lingkungan Hidup (KLH) Provinsi Sumatera Barat 63,65 % dan porsentase lantai tanpa AC 36,35 %, yang dikategorikan sebagai gedung perkantoran ber AC dan gedung perkantoran tanpa AC. Nilai intensitas konsumsi energi (IKE) untuk Gedung Dinas Kementrian Lingkungan Hidup (KLH) Provinsi Sumatera Barat adalah 9,534 kWh/m2/bulan, masuk dalam kategori efisien sebagai gedung perkantoran ber AC dan boros gedung perkantoran tanpa AC. Konsumsi energi spesifik untuk lantai tanpa AC adalah 0,32 kWh/m2, sedangkan konsumsi energi spesifik lantai ber AC 10,96 kWh/m2. Dengan penghematan yang bisa dicapai 20,89 % per bulan, penghematan biaya yang di peroleh sebesar Rp. 3.787.118,83 per bulan. Memperbaiki kebiasaan buruk tiap karyawan yang terbiasa merokok didalam ruang ber –AC dan membiarkan kondisi pintu dan jendela terbuka. Kondisi ini berpotensi terjadinya pemborosan listrik. Selain itu perlu diperhatikan agar jam operasi AC disesuaikan dengan jam kerja kantor (segera matikan jika sudah tidak ada kegiatan), kapasitas AC disesuaikan dengan luas ruangan. Lindungi jendela kaca dengan sunscreen/ gorden tembus pandang untuk mengurangi panas matahari dari luar ruangan dan biasakan menutup pintu dan jendela ketika AC beroperasi. Untuk meningkatkan efisiensi energi pada sistem tata cahaya, sebaiknya dinas terkait melakukan penggantian lampu yang ada saat ini dengan lampu jenis LED yang menghasilkan iluminansi sama tetapi lebih hemat energi, memperbaiki tingkat pencahayaan di titik kerja, kebiasaan mematikan lampu jika sudah meninggalkan kantor.

Article Details

How to Cite
Rauf, R. (2021). Analisis Konservasi Energi Listrik pada Kantor Kementrian Lingkungan Hidup (KLH) Sumatera Barat . Ekasakti Engineering Journal, 1(1), 10-21. https://doi.org/10.31933/emtj.v1i1.303
Section
Articles

References

Abdul Kadir, 1995. Energi sumber daya, Inovasi, tenaga listrik dan potensi ekonomi, UI PRESS 1995.

Barney L. Capehart And Mark B. Spiller 2006. Energi Management Hand Book Sixth Edition, The Fairmont Press, Inc.

Caffal, C, 1995. Energi Management in Industry, SSittard, the Netherlands.

Cahyono, A.2009 Studi penghematan dalam rangka Audit dan konservasi Energi di Fakultas kedokteran Universitas Airlangga Surabaya. 2013

Craig B. Smith. 1981. Energi Management Principle, New York : Pergamon Press.

Indoenergi. 2012. Pengertian konservasi energi. http://www.indoenergi.com/2012/04/pengertian-konservasi-energi.html.

Menteri Energi Sumber Daya mineral Indonesia. 2012 Nilai IKE Standar di bangunan Gedung perkantoran Pemerintah. Berdasarkan Permen KLH no. 13/2012

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia 2009. Nomor 70 tentang Konservasi Energi. Jakarta.

Untoro, Jati. 2014 Audit Energi dan Analisa penghematan konsumsi energi pada peralatan listrik di gedung pelayanan UNIDA. Jurnal Rekayasa dan teknologi Elektro Vol 8, no 2.