Evaluasi Implementasi Paket Pelayanan Awal Minimum (PPAM) Kesehatan Reproduksi dalam Respons Bencana di Sumatera Barat
DOI:
https://doi.org/10.31933/ejpp.v6i1.1421Keywords:
PPAM, MISP, Kesehatan Reproduksi, Respons Bencana, SGBV, Sumatera Barat, PKBIAbstract
Bencana alam menyebabkan gangguan layanan kesehatan reproduksi dan meningkatkan risiko pada kelompok rentan. Bukti mengenai implementasi Paket Pelayanan Awal Minimum (PPAM) pada konteks bencana hidrometeorologi di Indonesia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi implementasi PPAM dalam respons pascabencana di Sumatera Barat. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif berbasis data pemantauan program yang dikumpulkan pada periode Desember 2025 hingga Maret 2026 di Kabupaten Padang Pariaman dan Kabupaten Agam. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Sebanyak 6.079 individu berhasil dijangkau, termasuk 5.187 klien layanan kesehatan reproduksi dengan 78,4% perempuan. Koordinasi melibatkan 36 mitra dan memperkuat integrasi layanan. Layanan HIV berhasil menjaga kesinambungan terapi tanpa interupsi. Layanan kesehatan ibu menunjukkan keberhasilan sistem rujukan, sementara layanan kontrasepsi didominasi metode jangka pendek. Layanan KBG telah menerapkan pendekatan berpusat pada penyintas, namun masih terdapat underreporting. Kegiatan pelatihan menjangkau 155 peserta, dengan tingkat kepuasan penerima manfaat sebesar 99,12%. Implementasi PPAM berjalan efektif pada seluruh objektif dengan dukungan koordinasi yang kuat, layanan adaptif, dan keterlibatan organisasi lokal. Temuan ini menegaskan peran penting organisasi masyarakat sipil dalam menjembatani standar global dengan kebutuhan lokal dalam respons bencana.
References
Blanchet, K., Ramesh, A., Frison, S., Warren, E., Hossain, M., Smith, J., Knight, A., Post, N., & Lewis, C. (2017). Evidence on public health interventions in humanitarian crises. The Lancet, 390(10109), 2287–2296. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(16)30768-1
Casey, S. E., Chynoweth, S. K., Cornier, N., Gallagher, M. C., & Wheeler, E. E. (2015). Progress and gaps in reproductive health services in three humanitarian settings: Mixed-methods case studies. Conflict and Health, 9(Suppl 1), S3. https://doi.org/10.1186/1752-1505-9-S1-S3
Chynoweth, S. K. (2019). Advancing reproductive health on the humanitarian agenda: The 2018 global review of reproductive health in humanitarian settings. Conflict and Health, 13(9). https://doi.org/10.1186/s13031-019-0192-3
Chynoweth, S. K., Freccero, J., & Touquet, H. (2017). Sexual violence against men and boys in conflict and forced displacement: Implications for the health sector. Reproductive Health Matters, 25(51), 90–94.
Curry, D. W., Rattan, J., Huang, S., & Noznesky, E. (2015). Delivering high-quality family planning services in crisis-affected settings II: Results. Global Health: Science and Practice, 3(1), 25–33.
Djafri, D., Chongsuvivatwong, V., & Geater, A. (2015). Effects of the 2009 earthquake on reproductive health services and outcomes in Padang, Indonesia. BMC Public Health, 15, 1–9.
Gueler, A., Moyo, S., & Tweya, H. (2020). Impact of natural disasters on HIV treatment outcomes. AIDS Care, 32(9), 1156–1163.
Inter-Agency Standing Committee (IASC). (2015). Guidelines for integrating gender-based violence interventions in humanitarian action. IASC.
Inter-Agency Standing Committee (IASC). (2017). Commitments on accountability to affected populations. IASC.
Inter-Agency Working Group (IAWG). (2020). Minimum Initial Service Package (MISP) for Sexual and Reproductive Health in Crisis Situations. IAWG.
Jewell, B. L., Mudimu, E., Stover, J., Ten Brink, D., Phillips, A. N., Smith, J. A., Martin-Hughes, R., Teng, Y., Glaubius, R., Mahiane, S. G., Bansi-Matharu, L., & Hallett, T. B. (2020). Potential effects of disruption to HIV programmes in sub-Saharan Africa caused by COVID-19. The Lancet HIV, 7(9), e629–e640.
McNairy, M. L., Lamb, M. R., Carter, R. J., Fayorsey, R., Tene, G., Mutabazi, V., El-Sadr, W. M. (2014). Retention of HIV-infected patients in care during a natural disaster: Lessons from Haiti. AIDS Care, 26(11), 1440–1446.
Nabulsi, M., Awwad, J., & Mahfoud, Z. (2021). Implementing the Minimum Initial Service Package (MISP) for reproductive health in crisis settings: A systematic review. BMJ Global Health, 6(8), e005667.
Raftery, P., Tappis, H., & Howard, N. (2022). Strengthening GBV coordination in humanitarian settings. Conflict and Health, 16(1), 1–12.
Raker, E. J., Zhai, Y., & Chan, C. G. (2019). Climate-related disasters and gender-based violence: A systematic review. The Lancet Planetary Health, 3(6), e256–e266.
Raker, E. J., Lowe, S. R., & Arcaya, M. (2022). Gender-based violence and natural disasters in Southeast Asia. Social Science & Medicine, 296, 114735.
Sajow, F. M., Rattu, A. J., & Maramis, F. R. (2021). Reproductive health services during disaster response in Indonesia: Challenges and opportunities. Kesmas: National Public Health Journal, 16(2), 89–97.
Singh, N. S., Aryasinghe, S., Smith, J., Khosla, R., Say, L., & Blanchet, K. (2018). A long way to go: A systematic review to assess the utilisation of sexual and reproductive health services during humanitarian crises. BMJ Global Health, 3(2), e000682.
Spiegel, P. B., Checchi, F., Colombo, S., & Paik, E. (2010). Health-care needs of people affected by conflict: Future trends and changing frameworks. The Lancet, 375(9711), 341–345.
Sphere Association. (2018). The Sphere Handbook: Humanitarian Charter and Minimum Standards in Humanitarian Response. Sphere Association.
Sully, E. A., et al. (2024). Adding it up: Investing in sexual and reproductive health in humanitarian settings. Guttmacher Institute Report.
Tanabe, M., Schlecht, J., Manohar, S., & Black, B. (2015). Adolescent sexual and reproductive health in humanitarian settings. Reproductive Health Matters, 23(47), 58–67.
Tappis, H., Doocy, S., & Warren, N. (2017). Health service utilization in humanitarian emergencies. Health Policy and Planning, 32(6), 895–902.
Tran, N. T., Tappis, H., Spilotros, N., Krause, S., Knaster, S., & inter-agency working group. (2020). Sexual and reproductive health in humanitarian settings. The Lancet Global Health, 8(2), e161–e162.
Tran, D. A., et al. (2023). Flooding and HIV treatment interruption in Kenya. AIDS and Behavior, 27(4), 1234–1243.
Women’s Refugee Commission. (2021). Ensuring access to contraception in humanitarian settings. WRC.
World Health Organization (WHO). (2021). Monitoring health systems in humanitarian settings. WHO.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Henny Puspita Sari, Rosneli, Suci Kurnia Sari, Eva Herawati Damanik, Arfen Drinata

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis yang mempublikasikan manuskripnya di jurnal ini menyetujui ketentuan berikut:
- Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
- Penulis mengakui bahwa Ekasakti Jurnal Penelitian & Pegabdian (EJPP) berhak menjadi yang pertama menerbitkan dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International (Attribution 4.0 International (CC BY 4.0) .
- Penulis dapat mengirimkan artikel secara terpisah, mengatur distribusi non-eksklusif manuskrip yang telah diterbitkan dalam jurnal ini ke versi lain (misalnya, dikirim ke repositori institusi penulis, publikasi ke dalam buku, dll.), dengan mengakui bahwa manuskrip telah diterbitkan pertama kali di Ekasakti Jurnal Penelitian & Pegabdian (EJPP).










