Dinamika Kebebasan Berekspresi dan Ketertiban Umum

Studi Kasus Vandalisme di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam Perspektif Hukum

Authors

  • Dyah Retna Prabaningrum Universitas Gadjah Mada
  • A. Fahru Rozi Universitas Gadjah Mada

DOI:

https://doi.org/10.31933/ejpp.v6i2.1431

Keywords:

Freedom of Expression, Public Order, Special Region of Yogyakarta, Vandalism

Abstract

This study aims to assess the effectiveness of law enforcement related to vandalism in DIY and formulate a stronger regulatory model. Reports of vandalism are still rampant in DIY, but data from the DIY Regional Police regarding vandalism occurring in the working areas of the police stations under its jurisdiction are not directly proportional. From this, the effectiveness of law enforcement related to vandalism in DIY was tested using Lawrence Friedman's theory and Gustav Radbruch's theory. This study was conducted using empirical legal research methods. The results of the study found that existing regulations in DIY are not yet effective in overcoming vandalism. Law enforcement remains weak due to a legal structure and culture that is not yet strong. In fact, in substance, the regulations are clear and provide legal certainty. However, because their implementation is not yet optimal, the community has not felt the justice and benefits of these regulations. A possible solution is to create a special regional regulation on vandalism. This regional regulation can emulate Singapore's Vandalism Act with local adjustments. The regulation must provide a clear definition of vandalism and its enforcement can involve the Public Order Agency (Satpol PP), supported by the police for serious cases. Penalties can include fines, community service, or minor criminal offenses that still have a deterrent effect. The role of social services is also important, especially in guiding youth gangs and street children. The government also needs to provide spaces for expression, such as art studios or street art zones.

References

Afdhali, D. R., & Syahuri, T. (2023). Idealitas Penegakkan Hukum Ditinjau Dari Perspektif Teori Tujuan Hukum. Collegium Studiosum Journal, 6(2), 555–561. https://doi.org/10.56301/csj.v6i2.1078

Aji, D. W. (2018). Penegakan Hukum Tindak Pidana Vandalisme di Kabupaten Klaten. Program Studi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Islam Indonesia, Jogjakarta.

AKP Irvan. (2025, Juli 2). Interview dengan Pihak Polda terkait Vandalisme di Yogyakarta.

Anisyaniawati, A., Kusuma, F. N., Zanati, H., & Chandra, H. A. (2024). Konsep Hukum dan Keadilan Dalam Pemikiran Gustav Radbruch. Jurnal Filsafat Terapan, 2(1).

Ardhiansyah, N. (2020). Setting fisik graffiti tagging sebagai bentuk vandalisme di Kota Yogyakarta. ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur, 5(2), 197–204. https://doi.org/10.30822/arteks.v5i2.372

Aufa Hsb, M. R., & Khalid, K. (2023). Perusakan di Lingkungan Publik (Vandalisme). Reslaj : Religion Education Social Laa Roiba Journal, 5(6), 3522–3539. https://doi.org/10.47467/reslaj.v5i6.2687

Aulia, R. C. (t.t.). Pasal-Pasal Vandalisme dalam KUHP dan UU Nomor 1 Tahun 2023. Diambil dari Hukumonline.com website: https://www.hukumonline.com/klinik/a/pasal-pasal-vandalisme-dalam-kuhp-dan-uu-1-2023-lt66d0675f2aa17/

Friedman, L. M. (1975). The Legal System A Social sciene Perspektif. New York: Russel Sage Foundation.

Hadi, U. (2019, Februari 27). Relief di Monumen Serangan Umum 1 Maret Yogya Dicoret-coret. Diambil 27 Februari 2025, dari Detik News website: https://news.detik.com/berita-jawa-tengah/d-4434978/relief-di-monumen-serangan-umum-1-maret-yogya-dicoret-coret

Hidayat, R. (2020, November 10). Pengaturan Sanksi Pidana Tak Boleh Dituangkan dalam Aturan Turunan. Diambil 8 Oktober 2025, dari Hukumonline.com website: https://www.hukumonline.com/berita/a/pengaturan-sanksi-pidana-tak-boleh-dituangkan-dalam-aturan-turunan-lt5faa40f053a07/?page=2

Istiwayah, B., & Riyanto, N. D. (2025, Agustus). Wawancara Kurator Museum Benteng Vredeburg.

Julranda, R., Simanjuntak, P. M., & Effendi, S. F. (2022). Quo Vadis: Penerapan Asas Partisipasi Publik dalam Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan di Indonesia. Padjadjaran Law Review, 10(2). https://doi.org/10.56895/plr.v10i2.1052

Ketika Vandalisme dengan Tulisan Adili Jokowi Muncul di Beberapa Kota. (t.t.). Diambil 27 Februari 2025, dari Tempo.com website: https://www.tempo.co/hukum/ketika-vandalisme-dengan-tulisan-adili-jokowi-muncul-di-beberapa-kota-1204688

Muhaimin, M. (2020). Metode Penelitian Hukum. Mataram: Mataram University Press.

Panjaitan, A., & Rosmalinda, R. (2024). Maraknya Vandalisme di Ruang Publik. Jurnal Manajemen, Hukum dan Sosial, 2(2). https://doi.org/10.30596/jmhs.v2i2.78

Pengantar Teori-teori Sosial/Pip Jones, Liz Bradbury, dan Shaun Le Boutillier; alih bahasa: Achmad Fedyani Saifuddin. (2016). Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Polres Jogja. (t.t.). Vandalisme di Tembok, 3 Mahasiswa Diamankan. Diambil 27 Februari 2025, dari Jogja POLRI website: https://jogja.polri.go.id/yogyakarta/tribrata-news/online/detail/vandalisme-di-tembok--3-mahasiswa-diamankan.html

Prianto, W. (2024). Analisis Hierarki Perundang-Undangan Berdasarkan Teori Norma Hukum Oleh Hans Kelsen Dan Hans Nawiasky. Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Pendidikan, 2(1).

Priatmojo, G., & Baktora, M. I. (2022, Januari 12). Pelaku Corat-coret Benteng Keraton Yogyakarta Bawa Senjata Tajam Saat Diamankan. Diambil 27 Februari 2025, dari Suara Jogja website: https://jogja.suara.com/read/2022/01/12/195834/pelaku-corat-coret-benteng-keraton-yogyakarta-bawa-senjata-tajam-saat-diamankan.

Public Art Trust (PAT). (t.t.). Diambil 8 Oktober 2025, dari Nac.gov.sg website: https://www.nac.gov.sg/singapore-arts-scene/art-forms/visual-arts/public-art-trust

Purwowinoto, K. (2025, September 30). Wawancara dengan Pihak Keraton.

Rahajeng, A. (2008). Analisis Faktor Keputusan Wisata Budaya, Sejarah dan Alam Yogyakarta: Persepsi Wisatawan Domestik. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 13(1).

Selian, D. L., & Melina, C. (2018). Kebebasan Berekspresi Di Era Demokrasi: Catatan Penegakan Hak Asasi Manusia. Lex Scientia Law Review, 2(2), 189–198. https://doi.org/10.15294/lesrev.v2i2.27589

Simatupang, E. F. (t.t.). Teori Hukum Legal System Lawarance M Friedman. Diambil dari Beranda Hukum.com website: https://www.berandahukum.com/a/Teori-Hukum-Legal-System-Lawrence-M-Friedman

Subarkah, L. (t.t.). Marak Vandalisme Adili Jokowi, Polresta Jogja Duga Ada Gerakan Terstruktur Dibaliknya. Diambil dari HarianJogja.com website: https://jogjapolitan.harianjogja.com/read/2025/02/07/510/1203427/marak-vandalisme-adili-jokowi-polresta-jogja-duga-ada-gerakan-terstruktur-di-baliknya

Suyatno, S. (2023). Kelemahan Teori Sistem Hukum Menurut Lawrance M. Friedman Dalam Hukum Indonesia. Jurnal Berkala Fakultas Hukum Universitas Bung Karno, 2(1).

Tamara, S. L., & Arifyanto, A. T. (2024). Vandalisme Siswa Ditinjau dari Pola Asuh Permisif Orangtua. Jurnal Attending, 3(1).

Utami, T. K., Lananda, A., Simbolon, C. C., Arastasya, M., Baidhowi, N. R., & Januwati, P. (2024). Pengaruh Teori Perundang-Undangan Terhadap Dinamika Norma Hukum Dalam Sistem Hukum Indonesia. 5(2).

Vandalism & Graffiti Laws in Singapore. (2020, Oktober 2). Diambil 8 Oktober 2025, dari Irblaw.com.sg website: https://irblaw.com.sg/learning-centre/vandalism-graffiti-singapore/

Wahab, S. A. (2008). Analisis kebijaksanaan: Dari formulasi ke implementasi kebijaksanaan negara / Solichin Abdul Wahab. Jakarta: Kencana.

Wahyudia Putri, S. B. S. R. (2024). Analisis Teori Tujuan Hukum Gustav Radbruch Dalam Kedudukan Majelis Penyelesaian Perselisihan Medis Dalam Undang—Undang Nomor 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan. SANGAJI : Jurnal Pemikiran Syariah dan Hukum, 8(2), 315–326. https://doi.org/10.52266/sangaji.v8i2.3463

Wanis, R. A., Tiyas, Y. H., & Aulia, D. S. (2023). Graffiti Sebagai Media Ekspresi Seni Anak Muda. Batarirupa: Jurnal Pendidikan Seni, 3(1), 21–30. https://doi.org/10.59672/batarirupa.v3i1.2827

Wiratraman, H. P. (t.t.). Penelitian Sosio-Legal Dan Konsekuensi Metodologisnya. Center of Human Rights Law Studies (HRLS), Fakultas Hukum Universitas Airlangga.

Wiryani, M. (2023). Ilmu Perundang-Undangan. Yogyakarta: Jejak Pustaka.

Yusuf Dm, Mohd., Saragih, G. M., Setiawan, F., Sitompul, H. I., & Berson, H. (2025). Analisis Faktor Penghambat Penegakan Hukum Pidana Di Indonesia Dalam Perspektif Teori Lawrence Friedman. JURNAL ILMIAH ADVOKASI, 13(2), 711–725. https://doi.org/10.36987/jiad.v13i2.6369

Yuwandhana, A. (2022). Peran Politik Hukum Dalam Pembentukan Peraturan Perundangan-Undangan Terhadap Penyelenggaraan Negara. Jurnal Education and development, 10(3).

Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya

Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana

Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2008 tentang Pedoman Dasar Strategi dan Implementasi Pemolisian Masyarakat Dalam Penyelenggaraan Tugas Polri

Peraturan Daerah Nomor 18 Tahun 2002 tentang Pengelolaan Kebersihan

Peraturan Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 3 Tahun 2017 tentang Ketentraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat

Kovenan Internasional Hak Sipil dan Politik

Vandalism Act 1966

Downloads

Published

2026-06-01

How to Cite

Prabaningrum, D. R., & Rozi, A. F. (2026). Dinamika Kebebasan Berekspresi dan Ketertiban Umum: Studi Kasus Vandalisme di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam Perspektif Hukum. Ekasakti Jurnal Penelitian Dan Pengabdian, 6(2), 269–283. https://doi.org/10.31933/ejpp.v6i2.1431